Konferensi pers FSI 2019 Foto: Kartika Pamujiningtyas/ kumparan

Sebenarnya, apa itu Startup?

Mungkin masih banyak orang yang belum memahami istilah ini. Kata Startup sendiri merupakan serapan dari Bahasa Inggris yang berarti tindakan atau proses memulai sebuah organisasi baru atau usaha bisnis.

startup adalah merujuk pada perusahaan yang belum lama beroperasi. Perusahaan-perusahaan ini sebagian besar merupakan perusahaan yang baru didirikan dan berada dalam fase pengembangan dan penelitian untuk menemukan pasar yang tepat.

Kembali melihat ke belakang, ternyata penggunaan istilah startup pada hal-hal yang berhubungan dengan teknologi, website, internet, dan lainnya, terjadi dikarenakan istilah Startup sendiri mulai popular secara internasional pada masa buble dot-com.

Lalu apa lagi buble dot-com  itu? Fenomena buble dot-com adalah ketika pada periode tersebut (1998-2000) banyak perusahaan dot-com didirikan secara bersamaan. Pada masa itu sedang gencar-gencarnya perusahaan membuka website pribadinya.

Semakin banyak orang yang mengenal internet sebagai ladang baru untuk memulai bisnisnya. Dan waktu itu pula lah, Startup lahir dan berkembang.

Namun menurut Ronald Widha dari TemanMacet.com, Startup tidak hanya perusahaan baru yang bersentuhan dengan teknologi, dunia maya, aplikasi atau produk tetapi bisa juga mengenai jasa dan gerakan ekonomi rakyat akar rumput yang bisa mandiri tanpa bantuan korporasi-korporasi yang lebih besar dan mapan.

Untuk di Indonesia sendiri perkembangannya cukup bagus dan mengembirakan. Setiap tahun banyak founder-founder (pemilik) Startup baru bermunculan di indonesia. Menurut dailysocial.net, sekarang ini terdapat setidaknya lebih dari 1500 Startup lokal yang ada di Indonesia. Potensi pengguna internet Indonesia yang semakin naik dari tahun ke tahun tentunya merupakan suatu lahan basah untuk mendirikan sebuah Startup.

Belakangan ini mulai muncul berbagai macam startup di bidang kuliner, seperti dibawah ini:

  1. Wakuliner

Startup ini menyediakan aplikasi direktori restoran, sekaligus marketplace yang menyediakan beragam jenis produk layanan kuliner. Di samping aplikasi untuk konsumen. Wakuliner juga mempunyai aplikasi terpisah yaitu Wakuliner Merchant yang memungkinkan pengguna menambahkan restoran mereka untuk berjualan.

 

 

 

 

 

  1. Pergikuliner

Startup ini menyediakan aplikasi yang berisi informasi lokasi, menu, jam buka, fasilitas, serta rentang harga di sebuah restoran tertentu. Berbeda dengan yang lainnya, Pergikuliner lebih mengutamakan foto makanan, bukan ulasan berupa tulisan, sehingga pengguna bisa menilai apakah restoran tersebut menarik untuk dikunjungi atau engga.

 

 

 

 

  1. Qraved

Selain menyediakan direktori dan pemesanan kursi restoran, startup ini memperluas cakupannya ke ranah konten yang berisikan artikel-artikel seputar kuliner. Melalui Qraved, pengguna bisa langsung melakukan pemesanan di restoran yang mereka temukan.

 

 

 

 

 

 

  1. BerryKitchen

Sebagai layanan katering online, BerryKitchen menyediakan berbagai menu makan siang, bento, dan makanan ringan. Sebagian besar pelanggan startup ini merupakan pekerja kantoran.

 

 

 

 

 

 

  1. Kulina

Startup ini menawarkan kemudahan pemesanan katering lewat perangkat mobile dan akses web mobile. Kulina sendiri menggunakan sistem pre-order. Artinya pengguna harus memesan makanan sehari sebelumnya dengan minimal pemesanan tiga hari ke depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *